Sabtu, Oktober 01, 2011

Tari Kehtek Ogleng

Kesenian rakyat khas Wonogiri adalah Tari Kethek Ogleng. Tarian yang diperanan seorang laki-laki yang berkostum menyerupai Anoman dengan seorang wanita yang cantik jelita memerankan Endang Loro Tope. Tarian keranya lincah dan lucu, demikian juga tarian Endang Loro Tompe yang lemah gemulai ditambah dengan iringan musik tradisional menjadikan suasana semarak.
Tarian Kethek Ogleng biasanya diadakan pada saat ada  hajatan (khitanan, pesta pernikahan), perayaan tujuhbelasan dan acara penting lainnya.
Tarian ini  berasal dari kisah cinta antara  Dewi Sekartadji  dari kerajaan Jenggala dengan Pandji Asmorobangun dari kerajaan Kediri.  Kedua insan yang saling mencintai dan berikrar untuk membangun sebuah rumah tangga yang harmonis selama hayat dikandung badan.

Kisah cinta mereka  berdua tidak mendapat do’a restu raja Jenggala yaitu ayahanda Dewi Sekartadji,  karena ingin  menikahkan Dewi Sekartaji dengan pria pilihannya. Mengetahui bahwa  akan dinikahkan dengan laki-laki pilihan ayahandanya  Dewi  Sekartadji secara diam-diam pergi keluar  kerajaan Jenggala tanpa diketahui oleh seluruh keluarga kerajaan. Pergi tanpa tujuan, hanya menuju ke arah matahari terbenam dengan ditemani beberapa dayang setianya.
Berita hilangnya Dewi Sekartadji  sampai ke kerajaan Kediri. Mendengar hal tersebut Pandji Asmorobangun memutuskan untuk nekad pergi mencari Dewi Sekartadji. Dalam perjalanannya  Pandji Asmorobangun singgah di rumah seorang pendeta.  Sang pendeta memberi  petunjuk agar Pandji Asmorobangun pergi ke arah barat dan menyamar menjadi seekor kera (bahasa Jawa kethek).
Kisah perjalan Dewi Sekartadji , keluar masuk hutan, mendaki gunung menuruni   lembah akhirnya  tiba di desa Dadapan dan diambil anak angkat mbok Rondo Dadapan serta diberi nama Endang Rara Tope.
Secara tidak terduga tempat tinggal kethek jilmaan Padji Asmorobangun   tidak jauh dari pondok Endang Rara Tompe, sehingga mereka berdua menjalin persahabatan. Meskipun telah menjadi sahabat mereka berdua tidak mengetahui rahasia pribadi masing-masing.
Dengan berjalannya waktu diantara  persahabatan antara Endang Rara Tompe dan kethek terjalin begitu kuatnya, serta saling curhat yang akhirnya mereka mengetahui bahwa  Endang Rara Tompe adalah Dewi Sekartadji  dan kethek  adalah Raden Panji Asmorobangun.
Perjumpaan mereka berdua menjadikan  perasaan haru sekaligus bahagia. Yang akhirnya  Dewi Sekartadji dan Raden Pandji Asmorobangun sepakat kembali ke kerajaan Jenggala untuk melangsungkan pernikahan.
(Sutaryo)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar